Ternak Kerja Produksi Bioenergetika dan Implementasi dalam Pengolahan Lahan Pertanian

Produksi bioenergetika merupakan salah satu bentuk produksi ternak yang telah dimanfaatkan oleh manusia sejak ribuan tahun Sebelum Masehi, disamping produksi bahan pangan sumber protein dan energy yang sangat berharga serta aneka komoditas asal ternak lainnya. Meskipun peran bioenergetika atau ketenagaan ternak semakin terpinggirkan oleh produk teknologi yang semakin canggih dan menakjubkan saat ini, peran ternak kerja dalam pengolahan lahan pertanian masih menjadi pilihan utama para petani di pedesaan termasuk di daerah-daerah lokasi transmigrasi berbasis pertanian di Indonesia. Hal ini dikarenakan usahatani di Indonesia sebagian besar merupakan usahatani lahan sempit (small holder farms) dengan luas lahan rata-rata 0,15 ha per petani, sehingga penggunaan mesin-mesin pertanian tidak efektip dan tidak efisien, serta tidak ekonomis samasekali. Penggunaan mesin dan peralatan modern akan efektip pada lahan usahatani di atas 5,0 ha.

Penggunaan tenaga ternak yang telah berlang-sung selama berabad-abad dalam mendukung kegia-tan usahatani rakyat, disinyalir menjadi penyebab rendahnya produksi dan lambatnya perkembang-biakan ternak dalam upaya peningkatan populasi ternak potong sapi dan kerbau selama ini. Oleh karena itu, tidak ada lagi kebijakan dan program pemerintah baik pusat maupun daerah terkait upaya pengembangan atau pelestarian ternak kerja tersebut dalam dua decade terakhir. Demikian pula, tidak ada lagi buku atau bahan-bahan referensi mengenai ternak kerja yang diterbitkan oleh institusi terkait atau oleh perorangan sekalipun.

Metabolisme, dalam hal ini laju metabolism dan kapasitas pembuangan panas tubuh,berkaitan dengan luas area permukaan per unit massa tubuh. Oleh karena itu, berkaitan pula dengan bobot dan ukuran tubuh ternak (Eckert et al., 1988). Keterkaitan tersebut, oleh McMohan (1973) dinyatakan sebagai variasi area permukaan tubuh terhadap massa tubuh yang besarnya merupakan pangkat 0,67 dari massa tubuh ternak dalam spesies yang sama. Dengan demikian, ternak dengan massa tubuh lebih kecil mempunyai luas permukaan per unit massa tubuh lebih besar dibanding ternak dengan bobot dan ukuran tubuh yang lebih besar, sehingga laju meta-bolism dan kapasitas pembuangan panas tubuh cenderung lebih pada ternak yang bobot dan ukuran tubuhnya lebih kecil.

=======================================================

SILAHKAN MILIKI BUKU INI:

Harga Buku Rp. 115.000,-

      • Untuk Pembelian buku dalam bentuk Hard Copy, dapat dipesan secara online dan akan diantarkan ke tempat pembeli,
        • pemesanan via email: pustakabangsa05@gmail.com
        • atau hubungi langsung marketing kami : 082341456620 (AL)
        • Kirim alamat jelas pembeli
        • Transfer ke Rekening Bank Mandiri  : 161-0-00474303-0 a.n. Pustaka Bangsa
        • tunggu diantarkan langsung paling lambat 3 hari
      • Jika terkendala / Kesulitan, silahkan hubungi kami (kontak ada di halaman beranda)

Terimakasih.

Scroll to Top
Scroll to Top