, ,

STRATEGI PENGELOLAAN TERPADU BUDIDAYA TANAMAN DAN LEBAH MADU DALAM PENINGKATAN HASIL PERTANIAN

Categories: , ,

Indonesia dikenal sebagai Negara agraris yang mengandalkan sektor Pertanian dalam arti luas, yang terdiri dari beberapa subsektor yaitu subsektor pertanian pangan, subsektor pertenakan, subsektor holtikultura, subsektor perikanan, dan subsektor kehutanan. Pengembangan pertanian tersebut banyak diorientasikan kepada pemanfaat potensi wilayah yang ada dengan multiproduk pertanian. Pengembangan tersebut untuk  mengarahkan petani dengan memanfaatkan potensi yang dimilikinya, selanjutnya diintegrasikan sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka. Pola integrasi tersebut berkaitan erat dengan tanaman, dan hewan serta ekosistemnya. Pemanfaatan sumberdaya alam yang tersedia secara bersama akan meningkatkan efisiensi hayati dari ekosistem. Selain itu, dengan sistem integrasi maka akan memberikan tingkat pendapatan dari produk yang beragam, dengan kata lain tidak menggantungkan pendapatan petani hanya dari satu jenis komoditas saja.

Provinsi NTB dengan berbagai programnya telah berupaya membantu petani dalam meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani.  Salah satu pengembangan program yang dilakukan dengan pendekatan-pendekatan program pemerintah yang bersifat diversifikasi usaha, sebagaimana dalam pengembangan pertanian terpadu yang berkelanjutan. Diversivikasi usaha tersebut antara lain mengintegrasikan tanaman pangan dengan berbagai jenis tanaman (polikultur), memadukan dengan sektor peternakan (sapi, domba, ayam dan bebek/itik) serta perikanan (ikan nila, mas, dan lele) dengan program mina-padi.  Berbagai program diversifikasi tersebut secara teoritis hasil riset sangat menguntungkan bagi petani. Sebagai contoh hasil riset tentang integrasi pertanian pangan dan perikanan yang dikenal dengan  minapadi memberikan keuntungan yang cukup besar.  Hasil penelitian untuk petakan sawah  seluas 500 m2 – 1.500 m2 yang ditebar bibit ikan mas  sebanyak  3.000 ekor seukuran 10 cm, dalam satu musim mampu memberikan  pendapatan hingga Rp. 4,4 juta dan produktivitas padi meningkat 0,57 ton per hektar (Nurhayati et al., 2016). Penelitian lain yang dilaporkan oleh  Feri dan Ekaputra (2011)  mengatakan bahwa dalam satu hektar pola minapadi dengan System Rice Intensification (SRI) dapat menyumbangkan pendapatan petani hingga Rp 26.500.000 bila di banding dengan sistem konvensional hanya menghasilkan sekitar Rp 8,885.000,-

=======================================================

SILAHKAN MILIKI BUKU INI:

Harga Buku Rp. 100.000,-

Untuk Pembelian buku dalam bentuk Hard Copy, dapat dipesan secara online dan akan diantarkan ke tempat pembeli,
pemesanan via email: pustakabangsa05@gmail.com
atau hubungi langsung marketing kami : 082341456620 (AL)
Kirim alamat jelas pembeli
Transfer ke Rekening Bank Mandiri  : 161-0-00474303-0 a.n. Pustaka Bangsa
tunggu diantarkan langsung paling lambat 3 hari
Jika terkendala / Kesulitan, silahkan hubungi kami (kontak ada di halaman beranda)

Terimakasih.

Scroll to Top