NOMENA ESOTERYS MENCINTAI ATAU DICINTAI

Salam keindahan kepada api, air, dan angin yang selalu menemani kehidupan ini. Langit malam yang menjadi inspirasi cinta, cahaya siang yang menjadi semangat diri. Tumbuhan dan hewan yang enak dan lucu serta mempesona. (Jika diberi kesempatan) Buat buah hati penulis, meski tulisan ini lebih dahulu ada dibandingkan dirimu. Namun harapan atas kehadiranmu pada kehidupan ini, menjadi way of life dalam diriku. Maka tulisan ini jua dipersembahkan untukmu. Mungkin kamu akan bertanya nanti sebuah pertanyaan “Kenapa tidak ada buat Ibu?”. Maka jawabannya ada padanya.

Ketika senar gitar telah putus. Ketika nada telah mencapai oktaf tertinggi. Bertahanlah! Sebentar lagi syair laguku akan berakhir, karena valceto akan memasuki tempo terendah. Teruslah bermain dengan lima senar, sebab itu akan meningkatkan daya kreatif yang dapat menghasilkan nada-nada yang harmoni dalam dinamika acord yang beresonansi. Seni yang menjadi kenangan itu dapat dinikmati pada dunia kampus. Dunia kampus itu banyak dibangun bertingkat. Seperti tangga nada.

Di kala ospek berlangsung, senior sangat mencintai junior seperti domba, tapi tidak senang dengan junior seperti beruang. Maka dari itu, beruang banyak dijadikan boneka yang diletakkan di atas tempat tidur untuk menemani hati yang dilanda kesepian dan kesendirian. Seperti seorang kekasih yang gagal move on.

Ada aturan yang dimiliki oleh senior yakni “Pasal 1 berbunyi: Senior tidak pernah salah. Pasal 2 berbunyi: jika senior salah maka kembali ke pasal 1”. Aturan ini disosisalisasikan pada junior. Ketika di dunia kampus saat jadi junior, aku tidak mengerti aturan tersebut, bahkan ketika jadi seniorpun aku tidak menerapkan aturan tersebut pada ragaku untuk juniorku.

Pemandangan lain yang terjadi pada saat ospek adalah senior bebas ngata-ngatain junior dengan nada-nada yang tidak berharmoni dengan telinga, dan junior harus menerima kata dan nada itu sebagai pelatihan mental. Tapi ketika junior juga memiliki nada yang tidak harmoni pada senior, maka senior tidak menerimannya dan menganggap hal tersebut sebagai tindakan yang melanggar aturan serta harus mendapatkan hukuman. Atau dalam artian yang lain, senior menghina junior dianggap kajian, sedangkan junior mengkaji senior dianggap penghinaan. Bahkan ketika ada senior atau junior yang ingin mengadakan pembaharuan dianggap perusak. Apakah hal ini dampak dari aturan dua pasal tersebut di atas?.

Bertanyalah sebelum mengambil kesimpulan. Sebab tidak semua buah yang berwarna merah itu namanya apel. Tidak semua apel berwarna merah. Tidak semua kata apel dimaknai dengan buah, apalagi apel tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai apel.

=======================================================

SILAHKAN MILIKI BUKU INI:

Harga Buku Rp. 100.000,-

      • Untuk Pembelian buku dalam bentuk Hard Copy, dapat dipesan secara online dan akan diantarkan ke tempat pembeli,
        • pemesanan via email: pustakabangsa05@gmail.com
        • atau hubungi langsung marketing kami : 082341456620 (AL)
        • Kirim alamat jelas pembeli
        • Transfer ke Rekening Bank Mandiri  : 161-0-00474303-0 a.n. Pustaka Bangsa
        • tunggu diantarkan langsung paling lambat 3 hari
      • Jika terkendala / Kesulitan, silahkan hubungi kami (kontak ada di halaman beranda)

Terimakasih.

Scroll to Top
Scroll to Top