Resep Rendang William Wongso-Gordon Ramsay

ilustrasi rendang

Dokumen : Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam episode terbarunya Gordon Ramsay: Uncharted, koki selebriti ini memasak rendang. Dia belajar membuat rendang dari pakar kuliner Indonesia, Gordon Ramsay.

“Rendang yang kami buat otentik, pakai kayu bakar,” kata William Wongso kepada CNNIndonesia.com.

Lebih lanjut WIlliam mengatakan bahwa di Sumatera Barat sendiri setidaknya ada lebih dari 250 resep rendang yang berbeda. Tiap desa memiliki resepnya sendiri.

“Apalagi aroma santan hangus Sumatera Barat ini khas sekali.”

Berikut resep rendang ala William Wongso yang diajarkan kepada Gordon Ramsay dalam buku Cita Rasa Indonesia: Ekspresi Kuliner William Wongso.

Bahan:
500 gr daging sapi, potong dadu 5×5 cm
1 lbr daun kunyit (bisa diganti 2 lembar daun salam)
15 hr asam jawa
750 ml santan kental 24 persen lemak
2 btg serai
4 lbr daun jeruk purut

Bumbu:
120 gr bawang merah, cincang kasar
20 gr bawang putih, cincang kasar
125 gr cabai merah besar, buang biji, cincang kasar
10 gr jahe, cincang kasar
30 gr lengkuas, cincang kasar
20 gr kemiri, haluskan

Cara Memasak:
1. Haluskan semua bumbu. Tambahkan daun jeruk purut, serai, dan asam
2. Tambahkan santan kental. Tumis hingga minyak kelapa keluar dan warna berubah kecokelatan
3. Masukkan daging sapi. Aduk rata
4. Nyalakan oven 120 derajat. Masukkan semua bahan ke panci tanpa tutup, masukkan ke dalam oven.
5. Masak pelan selama 1,5-2 jam sampai daging empuk.
6. Pindahkan semua ke wajan. Masak perlahan di atas api sedang sambil diaduk sampai daging berubah warna menjadi cokelat tua dan empuk.

Sajikan rendang bersama dengan nasi hangat. Jika suka pedas tambahkan sambal dan kerupuk agar lebih nikmat.

(chs)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200629131530-262-518606/resep-rendang-william-wongso-gordon-ramsay

Mengenal Makna dan Sejarah Hari Keluarga Nasional

Ilustrasi makan malam dengan keluarga. (Skeeza/Pixabay)

Dokumen ; Jakarta, CNN Indonesia --

Tepat pada hari ini, Senin (29/6), Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2020. Momen ini seyogianya diperingati dalam upaya menumbuhkan rasa kebersamaan antar-anggota keluarga.

Diperingati pertama kali pada 29 Juni 1993 silam, Harganas menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan saling mendekatkan diri. Berkumpulnya anggota keluarga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan.

Kala itu, Harganas dicanangkan langsung oleh Presiden RI ke-2 Soeharto. Mengutip situs resmi BKKBN, penetapan ini didorong oleh keinginan untuk memberikan penghargaan kepada rakyat Indonesia yang telah berjuang dan mempertahankan RI pada masa penjajahan dengan meninggalkan sanak keluarganya di kampung halaman.

Pemilihan tanggal 29 Juni juga tak hadir tanpa alasan. Tanggal 29 Juni menjadi waktu bagi para pejuang kembali kepada keluarganya. “Ini-lah yang melandasi lahirnya Hari Keluarga Nasional,” tulis BKKBN.

Tak hanya itu, 29 Juni juga menjadi waktu dimulainya Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional pada 1970 silam. Hari ini menandai kebangkitan kesadaran masyarakat Indonesia untuk membangun keluarga kecil yang bahagia melalui program KB.

Sebelumnya, pengetahuan keluarga tentang usia nikah teramat rendah. Di tengah masyarakat juga timbul keinginan kuat untuk ‘mengganti’ keluarganya yang gugur dalam peperangan.

Hal itu kemudian membuat angka pernikahan dini cukup tinggi di Indonesia. Kesiapan yang kurang saat menikah dini sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi ketika itu.

Mix aged big family enjoy having outdoor party eating food at backyard home, warm and happy lifestyle family concept
Ilustrasi. Meski telah digelar selama lebih dari dua dekade, tak banyak orang yang mengenal Hari Keluarga Nasional. (iStockphoto/Nattakorn Maneerat)

Bukan Sekadar Keluarga Berencana

Meski telah digelar selama lebih dari dua dekade, tak banyak orang yang mengenal Hari Keluarga Nasional (Harganas). Upaya memasyarakatkan harga perlu lebih dioptimalkan.

Harganas juga kerap diidentikkan dengan program Keluarga Berencana (KB). Padahal, lebih dari itu, Harganas harus dijadikan momentum untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dalam keluarga.

Peringatan Harganas menjadi upaya untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia mengenai pentingnya peran sebuah keluarga. Keluarga dinilai memiliki peranan dalam upaya memantapkan ketahanan nasional. Dari keluarga-lah, kekuatan dalam pembangunan bangsa akan muncul.

Selain itu, Harganas juga ditujukan untuk menghidupkan kembali fungsi-fungsi yang ada dalam keluarga. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994 menjelaskan bahwa ada delapan fungsi yang harus dijalankan oleh keluarga, di antaranya fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, saling melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara lain juga memiliki peringatan serupa. Amerika Serikat mengenalnya dengan istilah Family Day, yang diperingati pertama kali pada Agustus 1978. Afrika Selatan juga tercatat memiliki Hari Keluarga sejak 1995.

Sementara warga Australia juga kerap merayakan Hari Keluarga pada setiap hari Selasa pekan pertama bulan November. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menetapkan 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional pada 1994.

Meski dirayakan secara berbeda, namun pada dasarnya Hari Keluarga dimaknai sebagai momen berkumpulnya anggota keluarga untuk saling mendekatkan diri satu sama lain.

(asr)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200629162138-284-518695/mengenal-makna-dan-sejarah-hari-keluarga-nasional

3 Menu yang Naik Daun di Tengah Pandemi

Iced Dalgona Coffee, a trendy fluffy creamy whipped coffee

Dokumen : CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia —

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tak menentu dan membuat orang harus beradaptasi dengan gaya hidup baru, urusan lidah masih mendapat perhatian. Terlebih oleh para pencinta kuliner yang gemar bereksperimen.

Tiga menu berikut lahir di tengah pandemi. Tampaknya beberapa orang memiliki lebih banyak waktu, di mana mereka menjadi lebih kreatif mencampur, atau tepatnya mengocok.

Misalnya, kopi Dalgona yang meraih popularitas dalam sekejap. Minuman olahan kopi instan, gula, dan air yang dikocok hingga mengental ini menarik perhatian masyarakat karena dianggap mudah. Begitu mudahnya, seseorang bahkan tak memerlukan peralatan elektrik apapun, asal cukup kuat menggerakkan sendok secara konsisten.

Popularitas Dalgona pun sempat membuat rak kopi instan di toko-toko swalayan kosong selama beberapa lama. Masih soal kopi, tak lama setelah pemberlakuan Work From Home (WFH) dimulai, kopi literan pun jadi idola. Tampaknya, hal itu dimulai dari kebiasaan mengonsumsi kopi sambil bekerja di kantor.

Berbagai kedai kopi berlomba mengeluarkan varian kopi literan, termasuk jaringan waralaba asal Jepang. Tidak banyak perbedaan menu yang ditawarkan, hanya soal kuantitas dan kemasan. Tak hanya dipasarkan lewat sosial media, kopi-kopi literan itu juga tersedia di sejumlah marketplace untuk mereka yang memilih tinggal di rumah.

Menu terakhir adalah boba dengan beragam olahannya. Boba, yang berbahan dasar tepung tapioka dan merupakan makanan penutup tradisional di Taiwan, sudah cukup lama dikenal di Indonesia. Belakangan, gerai yang menjual minuman boba semakin menjamur.

Tren boba ternyata belum habis. Dari minuman manis, boba sekarang hadir sebagai penambah rasa pada cake, french toast, croissant, sampai churros dan pancake. Hal ini juga disambut hangat oleh penggemar boba.

GrabFood yang menyadari banyaknya pemburu kopi dan boba memberi diskon hingga 50 persen untuk berbagai kedai kopi dan gerai boba. Tapi, diskon yang dimulai sejak 24 Juni sampai 3 Juli 2020 ini hanya berlaku mulai pukul 14.00-17.00 saja, ya.

Mulai dari harga Rp7.500, Anda sudah bisa mendapatkan minuman favorit. Bagikan kebahagiaan dengan menraktir kopi untuk kawan atau boba untuk keponakan, segera manfaatkan diskon GrabFood ini.

(rea)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200628190011-267-518382/3-menu-yang-naik-daun-di-tengah-pandemi