Hukum Tata Negara Suatu Pengantar Kuliah

Hukum Tata Negara adalah mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa fakultas hukum. Banyak buku referensi Hukum Tata Negara direkomendasikan oleh pengajarnya sebagai bahan kuliah bagi mahasiswa yang memprogramkan Hukum Tata Negara. Sekian banyak buku referensi tersebut, ternyata tidak banyak mengakomodir keseluruhan materi yang diajarkan di kampus, sehingga acapkali menyulitkan mahasiswa itu sendiri untuk menemukan bahan kuliah yang terangkum dalam satu buku.

Oleh sebab itu, Penulis sebagai salah seorang pengajar, mencoba memberikan solusi terhadap kesulitan mahasiswa tersebut dengan menerbitkan buku yang mencakup semua materi yang diajarkan pada Fakultas Hukum yaitu membahas keseluruhan materi yang terdapat di dalam silabus HTN.

Penulis sadar bahwa buku ini sarat dengan kekurangan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan kesempurnaan buku ini pada edisi revisi. Menurut hemat penulis. ketidaksempurnaan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk menerbitkan buku, sebab tidak ada kesempurnaan yang hakiki di dunia ini karena manusia diciptakan serba kekurangan. Kesempurnaan itu adalah hanyalah milik Allah SWT semata. Jika hendak menunggu kesempurnaan, baru akan menulis buku, maka Penulis yakin tidak akan pernah bisa maju membangun peradaban di muka bumi ini.

Selanjutnya tak lupa Penulis menyampaikan kepada para pembaca, tentang keutamaan ilmu daripada harta. bahwa Ilmu itu adalah pusaka para Nabi, sedangkan harta adalah pusaka Qorun, sadad, Fir’aun dan lain-lainnya. Ilmu itu menjagamu, sedangkan harta malah engkau menjaganya. Jika harta engkau berikan akan berkurang, tapi jika ilmu engkau berikan akan bertambah. Pemilik harta disebut bakhil dan buruk, tapi pemilik ilmu disebut dengan nama keagungan dan kemulyaan. Pemilik harta diakhirat akan dihisab, sedangkan pemilik ilmu akan memperoleh syafa’at. Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi ilmu tidak akan rusak dan musnah walaupun ditimbun zaman. Harta membuat hati tenang menjadi keras, sedangkan ilmu malah membuat hati bercahaya. Pemilik harta bisa saja mengaku menjadi Tuhan, akibat harta yang dimilikinya, sedangkan yang berilmu justru mengaku sebagai hamba karena ilmunya.

Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi para pembacanya. Amiin ya rabbal alamin.

 

Mataram, 22 Mei 2022

Penulis,

ttd.

S a r k a w i

Scroll to Top