Phone :
081917431789
Email :
pustakabangsa05@gmail.com

Fenomena Manajemen Konflik, Strategi Menghadapinya dan Pemecahan Masalah

0 out of 5
Categories: , .

FORMAT: buku

ISBN: 978-623-6592-18-2

TANGGAL TERBIT: Maret 2021

BAHASA: BAHASA INDONESIA

PENERBIT: Pustaka Bangsa (Anggota IKAPI)

HALAMAN: 204 + xvi hlm.

DIMENSI: 15 cm x 23 cm

Description

Segala puji penulis panjatkan kepada Allah Subhanahuwataala, yang selalu memberikan kasih sayang-Nya, Rahmat dan Taufik-NYA kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan buku ini. Buku berjudul Fenomena Manajemen Konflik, Strategi Menghadapinya dan Pemecahan Masalah, penulis susun dari penelusuran beberapa literatur tetang manajemen konflik dan pengalaman pada waktu menjadi pegawai, pejabat dan Widyaiswara di Instansi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggra Barat.

Manusia menurut seorang philosuf terkemuka, Aristoteles, disebut sebagai Zoon Politicon yang berarti manusia adalah makhluk sosial. Hal ini melahirkan konsekwensi logis dimana manusia selalu berupaya untuk berorganisasi, dan bersosialisasi, serta berinteraksi dengan seluruh komponen yang ada dalam lingkungannya dalam rangka memenuhi kebutuhannya dalam konteks sebagai makhluk sosial. Kondisi di atas pada prinsipnya lahir secara natural oleh karena dalam suatu organisasi atau dalam hubungan antar kelompok terdapat perbedaan kepentingan yang tidak dapat dihindarkan, hal inilah yang akan melahirkan konflik baik dalam arti individual maupun sosial. Konflik dapat menjadi masalah yang serius dalam setiap organisasi, tanpa peduli apapun bentuk dan tingkat kompleksitas organisasi tersebut, jika konflik-konflik tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian. Oleh karenanya keahlian untuk mengidentifikasi potensi konflik sedini mungkin merupakan skill yang sangat diperlukan bagi setiap pimpinan atau manajer organisasi.

Manajemen konflik adalah usaha usaha yang perlu dilakukan dalam mencegah, menghindari terjadinya konflik serta mengurangi resiko dan menyelesaikan konflik sehingga tidak menggnggu kinerja Organisasi. Teknik mencegah konflik, meliputi objek pencetus konflik harus disosialisasikan secara jelas, dihindari adanya kesalah pahaman, benefit harus dibagi secara adil dan merata (fairness), transparansi perlu dijaga. Teknik menghindari konflik, meliputi penundaan pelaksanaan menunggu kesiapan stakeholder, win-win solution, penerapan exit strategi Teknik mengurangi dampak, meliputi mengurangi skala kegiatan dan penanganan di percepat. Adapun Teknik penyelesaian konflik, antara lain kesetaraan antar obyek organisasi terkait, win- win solution, masing masing pihak memenuhi tugas dan kewajibannya, masing masing pihak sepakat terhadap output termasuk outcome kegiatan organisasi.

Dalam institusi sosial, politik, pemerintahan, dan dunia usaha, hubungan antar individu antara kelompok ataupun antar organisasi senantiasa terjadi interaksi yang sangat potensial menimbulkan konflik. Konflik sangat erat kaitannya dengan perasaan manusia, termasuk perasaan diabaikan, disepelekan, tidak dihargai, ditinggalkan, dan sebagainya. Perasaan-perasaan tersebut sewaktu-waktu dapat memicu timbulnya kemarahan. Keadaan tersebut akan memengaruhi seseorang dalam melaksanakan kegiatannya secara langsung dan dapat menurunkan produktivitas kerja organisasi secara tidak langsung dengan melakukan banyak kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja.

Dalam suatu organisasi, kecenderungan terjadinya konflik dapat disebabkan oleh suatu perubahan secara tiba-tiba, antara lain kemajuan teknologi baru, persaingan ketat, perbedaan kebudayaan dan sistem nilai, serta berbagai macam kepribadian individu. Berbagai definisi yang dikemukakan para ilmuwan tersebut terdapat persamaan ataupun perbedaan rumusan. Namun, secara substansial hal itu memiliki makna yang tidak jauh berbeda. Inti pengertian konflik pada prinsipnya adalah perbedaan persepsi, pandangan, sikap, dan perilaku individu ataupun kelompok yang menimbulkan kondisi emosional, ketegangan, dan perselisihan antarpihak yang bersifat positif ataupun negatif.

Manajemen Konflik bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya peranan dan kemampuan seorang pemimpin dalam mengelola dan mencegah konflik pada pelaksanaan tugas pembangunan.

Setiap pimpinan maupun administrator dituntut agar mempunyai kemampuan untuk memprediksi segala kemungkinan yang akan terjadi, supaya keputusan dapat diimplementasikan secara baik. Hal ini disebabkan adanya ketidakpastian yang terjadi dimasa mendatang, sebab keputusan yang dibuat saat ini akan berdampak pada masa yang akan datang yang penuh dengan ketidakpastian.

Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti memberikan pemahaman kepada kita bahwa pengambilan keputusan tidak memiliki informasi lengkap tentang kejadian dimasa mendatang. Dengan mempelajari teknik pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, paling tidak kita telah memiliki bekal dasar untuk bagaimana cara kita menghadapi sebuah masalah dan mampu menganalisisnya sekaligus membuat keputusan dari hasil analisis yang telah kita buat. Tentunya, dengan semakin sering kita melatih diri untuk melakukan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan maka akan semakin matang pula kita dalam menganalisis persoalan.

Penanganan Konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum, pada saat, maupun sesudah terjadi Konflik yang mencakup pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pascakonflik. Pencegahan konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik dengan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sistem peringatan dini. Penghentian Konflik adalah serangkaian kegiatan untuk mengakhiri kekerasan, menyelamatkan korban, membatasi perluasan dan eskalasi Konflik, serta mencegah bertambahnya jumlah korban dan kerugian harta benda.

Pemulihan Pascakonflik adalah serangkaian kegiatan untuk mengembalikan keadaan dan memperbaiki hubungan yang tidak harmonis dalam masyarakat akibat Konflik melalui kegiatan rekonsiliasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Model pengelolaan konflik dapat mengambil bentuk seperti gaya kura-kura, gaya ikan hiu, gaya kancil, gaya rubah, dan gaya burung hantu. Pemilihan model pengelolaan konflik disesuaikan dengan kondisi dan keadaan konflik. Penyelesaian konflik dapat mengambil bentuk kuadran menang-menang (Kolaborasi), kuadran menang-kalah (persaingan), kuadran kalah-menang (mengakomodasi), dan kuadran kalah-kalah (menghindari konflik). Pemilihan cara harus mempertimbangan berbagai hal.

Demikian beberapa hal penting untuk mempelajari materi pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Sebagai akhir dari penutup ini perlu sama-sama kita ingatkan dengan satu istilah bahwa “Janganlah menggunakan bom atom hanya untuk membunuh seekor semut”, ini mempunyai makna gunakanlah instrumen/alat itu sesuai dengan keperluannya.

Ucapan terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada semua pihak atas bantuan tenaga dan pikiran yang dicurahkan untuk mewujudkan buku ini. Penyempurnaan maupun perubahan buku di masa mendatang senantiasa terbuka dan dimungkinkan mengingat akan perkembangan situasi, kebijakan dan peraturan yang terus menerus terjadi. Semoga buku ini dapat membantu dan bermanfaat bagi peningkatan kompetensi aparatur di Pusat dan Daerah dalam bidang Pemerintahan.

Mataram, 2 Maret 2021

 

ttd

 

Samsul Hidayat, M.Ed.

====================

Harga E-book Rp.

Harga Buku Hard Copy : Rp.

    • Untuk pembelian buku dalam bentuk E-book:
      • Silahkan transfer ke rekening kami untuk dapatkan password
      • ke Bank Mandiri         : 161-0-00474303-0 a.n. Pustaka Bangsa
    • Untuk Pembelian buku dalam bentuk Hard Copy, dapat dipesan secara online dan akan diantarkan ke tempat pembeli,
      • pemesanan via email: pustakabangsa05@gmail.com
      • atau hubungi langsung marketing kami : 082341456620 (AL)
      • Kirim alamat jelas pembeli
      • Transfer ke Rekening Bank Mandiri  : 161-0-00474303-0 a.n. Pustaka Bangsa
      • tunggu diantarkan langsung paling lambat 3 hari
    • Jika terkendala / Kesulitan, silahkan hubungi kami (kontak ada di halaman beranda)

    Terimakasih.

Delivery and Returns Content description.
Top